Viral Warga Kena Tilang di Wilayah Persawahan, Ini Kata Kapolres Sukoharjo

- Kamis, 23 Juni 2022 | 17:33 WIB
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan (Wijayanti Putrisejati)
Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan (Wijayanti Putrisejati)

SUKOHARJO,AYOSOLO.ID– Viralnya unggahan warganet yang memperlihatkan ayahnya mendapat kiriman surat tilang Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ketika mengendarai sepeda motor tanpa helm di areal persawahan mendapat tanggapan dari Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan

Ia menegaskan jika keberadaan ETLE tidak hanya tergantung pada kamera pengawas yang dipasang di ruas jalur protokol saja, melainkan juga melalui ETLE mobile. Dimana petugas yang berpatroli diberi aplikasi khusus pada ponselnya untuk memantau pelanggaran lalu lintas. 

“Itu terjadi jika yang bersangkutan tertangkap melakukan pelanggaran melalui E-TLE Mobile, bukan dari E-TLE yang biasanya terpasang di ruas jalur protokol," jelasnya, Kamis 23 Juni 2022. 

Baca Juga: Singkirkan 50 Ribu Lebih Pendaftar, 2.860 Peserta SBMPTN UNS Dinyatakan Lolos

Meski demikian ia meminta maaf kepada publik jika hal tersebut justru membuat ketidaknyamanan di dunia maya. Adapun alasan penindakan berupa penilangan dilakukan di semua ruas jalan dikarenakan kecelakaan lalu lintas bisa terjadi dimanapun, tidak hanya di jalan protokol atau jalan raya. Terbukti angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Sukoharjo termasuk tinggi meski wilayahnya banyak areal persawahan

“Sepanjang tahun 2021 ada 21 kejadian kecelakaan dengan enam orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara untuk tahun 2022, sejauh ini sudah ada 10 kejadian dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.Ini yang harus diperhatikan warga Sukoharjo agar tertib berlalu lintas," ujarnya. 

Dan dalam peraturan perundang-undangan, yakni Undang-Undang Nomor 22 thn 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dipaparkan bahwa semua pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm tanpa terkecuali. Dan pengendara yang melanggar aturan bisa ditilang sesuai pasal yang berlaku. Hal tersebut sudah tertuang dalam, yang menyebut bagi pengendara yang tidak sesuai aturan alias melanggar bisa kena denda hingga kurungan.

Baca Juga: Aliansi Warga Solo Dukung Pemerintah dan DPR Segera Mengesahkan RUU Daerah Otonomi Baru Papua Jadi UU

"Secara yuridis  Pasal 291 ayat 2 merupakan aturan yang merujuk pada kedisiplinan setiap pengendara motor dalam menggunakan alat keselamatan saat berkendara. Dan setiap pengemudi yang membiarkan penumpangnya yang tidak memakai helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000," papar Wahyu.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X