Terkait Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Sragen, Ini Penjelasan Polda Jateng

- Sabtu, 21 Mei 2022 | 16:05 WIB
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menyampaikan jika buronan Polda Jateng tewas di Lampung. Buronan itu ditembak oleh Polda Lampung setelah terlibat tindak pidana kekerasan. (Polda Jateng)
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iqbal Alqudusy menyampaikan jika buronan Polda Jateng tewas di Lampung. Buronan itu ditembak oleh Polda Lampung setelah terlibat tindak pidana kekerasan. (Polda Jateng)

SEMARANG,AYOSOLO.ID– Polda Jawa Tengah (Jateng) buka suara terkait kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi di Kabupaten Sragen yang sudah berjalan hampir dua tahun terakhir. Dimana orang tua korban dikatakan kesulitan mencari kejelasan penanganan kasus yang menimpa putrinya. 

Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol M Iqbal Alqudusy mengatakan, kasus tersebut sampai saat ini masih ditangani dengan serius tim penyidik reskrim di Polres Sragen

"Polda Jateng turut prihatin atas kasus tersebut karena menyangkut anak dibawah umur. Kami juga amat berempati pada saudara D yang dikabarkan mencari kejelasan perkembangan penanganan perkara yang menimpa anaknya," kata Kabidhumas.

Baca Juga: Delapan Daerah Siap Awali Migrasi Siaran TV Digital

Sebagaimana diketahui, kasus ini mencuat saat D, orang tua W (12), korban persetubuhan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Sragen tanggal 15 Maret 2021 dan tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/29/lll/2021 tanggal 15 Maret 2021. Namun hingga nyaris dua tahun kasus ini dikatakan belum juga selesai. 

Terkait lamanya waktu penanganan kasus tersebut, Iqbal mengungkapkan ada beberapa faktor yang menjadikan penanganan kasus berjalan tidak seperti yang diharapkan.

"Polres Sragen sudah berupaya maksimal agar penyidikan bisa menemukan titik terang. Namun ada beberapa hal yang masih perlu dikembangkan terkait penyidikan kasus tersebut," lanjut dia.

Ia memaparkan, dalam laporan dirinci bahwa Selasa 10 November 2020 sekira pukul 12.00 wib di sebuah rumah kosong di Desa Gebang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen terjadi dugaan persetubuhan antara dua perempuan yaitu WD (anak D yang saat itu berusia 9 tahun 11 bulan) dan T dengan tiga orang pria.

"Satu pria bernama BS, sedang dua lainnya tidak dikenal," kata dia.

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X