Masa Ramadhan dan Lebaran, BI Solo Penuhi Kebutuhan Uang di Solo Raya Rp5,6 Triliun

- Sabtu, 14 Mei 2022 | 15:21 WIB
Mobil kas keliling bisa menjadi pilihan untuk menukarkan uang baru selain di kantor jaringan bank. (ayosolo.id/Wijayanti Putrisejati)
Mobil kas keliling bisa menjadi pilihan untuk menukarkan uang baru selain di kantor jaringan bank. (ayosolo.id/Wijayanti Putrisejati)

PASARKLIWON,AYOSOLO.ID– Sepanjang Ramadhan dan Lebaran tahun 2022, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo atau BI Solo mencatat realisasi kebutuhan uang di Solo Raya mencapai Rp5,6 triliun.

Kepala KPwBI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, dari jumlah tersebut sebesar Rp3,8 triliun dikeluarkan langsung oleh BI Solo, sedangkan sisanya sebesar Rp1,8 triliun dipenuhi dari transaksi uang kartal langsung antar bank atau Tukab.

“Jika di hari biasanya uang karta yang masuk ke bank memang harus disetorkan ke BI, namun ada juga mekanisme Tukab. Jadi uang yang dihimpun bank dari nasabahnya bisa ditukarkan atau dipinjamkan antar bank tanpa harus ke BI dulu. Dan selama Ramadhan dan Lebaran kemarin per 28 April 2022 nilai transaksi Tukab ini mencapai Rp1,8 triliun,” ujarnya.

Baca Juga: KAI Commuter Layani 13,5 Juta Lebih Pengguna Selama Masa Angkutan Lebaran

Ia mengakui jika kebutuhan masyarakat akan uang kartal sebesar Rp5,6 triliun tersebut jauh melebihi prediksi BI Solo yang sebelumnya menyiapkan Rp4,9 triliun uang karta. Dan jumlah itu juga melampaui jumlah kebutuhan uang kartal di Solo Raya bahkan sebelum Pandemi Covid-19 atau di masa Ramadhan dan Lebaran 2019 lalu.

“Di tahun 2019 kemarin kebutuhan uang kartal masa Ramadhan dan Lebaran hanya Rp4 triliun, kemudian karena Pandemi Covid-19 di 2020 jumlahnya turun menjadi Rp3 triliun dan mulai naik menjadi Rp4,3 triliun di tahun 2021 kemudian naik tajam ya di tahun ini. Meski kemarin prediksi kita Rp4,9 triliun namun intinya kita siap memenuhi berapapun kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, kebutuhan uang masyarakat yang melebihi prediksi tersebut menjadi pertanda baik lebaran kali ini semakin menggerakkan perekonomian khususnya konsumsi.

Baca Juga: Apes, Pria Asal Nusukan Solo Meninggal Saat Hendak Mencuri, Diduga Karena Serangan Jantung

“Penyebab utamanya tentunya karena diperbolehkannya mudik, sehingga ada mobilisasi masyarakat dan ini yang membuat ekonomi juga bergerak,” kata Joko. 

Halaman:

Editor: Wijayanti Putrisejati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X